Perusahaan fintech Tiongkok, Ant Financial, mengumumkan pada Jumat (17/4/2020) platform blockchain OpenChain saat ini dapat digunakan oleh para pengembang bisnis kecil untuk membantu mereka dalam menjalankan aplikasi di banyak komputer dengan jaringan yang sama.

Ant Financial, dulunya dikenal sebagai AliPay, sebuah perusahaan fintech yang menjadi bagian dari e-commerce terbesar di Tiongkok, Alibaba. Di mana, Ant Financial saat ini diperkirakan menjadi fintech paling bernilai di dunia. Perusahaan Ant Financial, telah melakukan eksplorasi di bidang pembayaran dan logistik dengan menggunakan teknologi blockchain termasuk pembayaran lintas batas.

Dengan jumlah lebih dari satu miliar akun pengguna dan melayani hingga satu miliar transaksi per harinya. OpenChain adalah platform blockchain yang secara resmi dikembangkan oleh tim internal Ant Financial, yang awalnya hanya dimanfaatkan untuk keperluan perusahaan, namun seiring dengan berkembangnya waktu, OpenChain saat ini sudah bisa digunakan secara umum.

“Aplikasi blockchain telah semakin populer selama beberapa tahun terakhir, peluncuran OpenChain untuk pengembang bisnis kecil bertujuan untuk membantu satu juta usaha kecil dan mikro, dan juga pengembang untuk berinovasi dalam tiga tahun kedepan guna eksplorasi dalam kasus penggunaan blockchain di masa mendatang,” Jin Ge, Manajer Umum Platform Blockchain, Ant Financial.

Sebab, OpenChain merupakan sebuah paket pengajaran yang mudah digunakan dan dirancang untuk memungkinkan banyaknya pihak-pihak yang terlibat di dalamnya, dan dapat dimanfaatkan sebagai solusi penggunaan pembiayaan rantai pasokan, sumber produk, faktur digital, dan juga donasi amal.

Sebab, blockchain memiliki node atau simpul yang saling berhubungan dengan pihak-pihak yang terlibat dalam jaringan, sehingga bila kamu ingin mengetahui suatu informasi dari setiap node atau titik, kamu tidak perlu harus meminta izin dari otoritas pusat. Karena teknologi blockchain menggunakan kriptografi terdistribusi untuk menyimpan data transaksi dengan cara yang aman. Dengan melakukan otentikasi data secara invidu untuk mengetahui apakah kamu adalah orang yang terlibat dalam perjanjian blockchain tersebut atau tidak.

“Di mana pihak bisa menambahkan fitur-fitur atau layanan lainnya dari mitra pengembang di luar sana yang sesuai dengan kebutuhan pebisnis kecil. Kecepatan transaksi OpenChain bisa lebih cepat dibanding dengan platform blockchain publik yang dijalankan di jaringan Ethereum,” Wu Xiao, Pendiri dan Kepala Eksekutif, WhiteMatrix.

Selain itu, OpenChain juga memiliki biaya transaksi yang lebih murah atau hanya sepersepuluh dari platform blockchain lainnya.  Untuk biaya langganan, OpenChain hanya membebankan biaya $14 per bulan untuk usaha kecil dan mitra pengembang yang ingin masuk ke layanan OpenChain. Layanan OpenChain juga dikenal dengan istilah layaknya open source, yang mana pihak pengembang bisa bekerja sama dengan memanfaatkan kode sumber yang tersebar dan tersedia bebas.

Pengembang Bitcoin Cash (BCH), Chris Troutner memperjuangkan sistem perlindungan privasi ke tingkat yang lebih baru. Ia membuat sistem pesan terenkripsi yang dapat memanfaatkan transaksi Bitcoin Cash. Sistem ini dijuluki bch-encrypt atau Enkripsi-Bitcoin Cash, cara kerja sistemnya mirip dengan enkripsi pada surat elektronik.

Dilansir Decrypt, Troutner mengatakan, “Dalam sistem email, Anda mendapatkan kunci publik seseorang, terdapat enkripsi pada pesan, dan hanya orang dengan kunci pribadi yang dapat mendekripsikan pesan tersebut.”

Demikian pula dalam Enkripsi-Bitcoin Cash, siapaun dapat mengenkripsi pesan selama mereka memiliki alamat Bitcoin Cash. Pesan akan ditulis ke blockchain, dan hanya orang yang memegang kunci pribadi alamat tersebut yang dapat mengakses dan mendekripsikan pesannya.

Melawan UU EARN IT dengan Enkripsi-Bitcoin Cash

Troutner mengembangkan sistem pengiriman pesan ini sebagai tanggapannya terhadap Eliminating Abusive and Tampant Neglect of Interactive Technologies (“EARN IT”) Act

EARN IT Act sendiri menjadi bahan pembicaraan di level Senat AS. Pada level masyarakat, Undang-Undang (UU) EARN IT ini menjadi bahan perbindangan karena UU ini berpotensi untuk memberikan kekuatan kepada Jaksa Agung dalam memaksa penyedia layanan online memecahkan enkripsi layanannya jika diminta atau akan terkena potensi hukuman. UU ini dirasa telah melanggar perlindungan Konstitusi dalam Kebebasan Berbicara dan Privasi.

Terdapat pro-kontra terhadap undang-undang ini, ada yang merasa hal ini sebagai sarana untuk memerangi pelecehan seksual terhadap anak yang sekarang marak dilakukan secara online, tetapi para pihak pendukung privasi seperti Electronic Frontier Foundation menyebut UU itu sebagai “bencana terhadap kebebasan berbicara dan keamanan pengguna internet”.

Mereka berpendapat bahwa UU EARN IT ini dapat disalahgunakan yang menghilangkan enkripsi end-to-end dalam aplikasi pesan instan dan platform komunikasi lainnya.

Bagi Troutner, Langkah Ini Terlalu Jauh

Dilansir dari tulisan Troutner pada Reddit, “untuk membuktikan betapa tidak efektifnya pembuatan UU ini, saya telah merilis sebuah video demo untuk beberapa perangkat lunak yang saya buat. Sistem ini memungkinkan Anda mengenkripsi pesan dan mengirimkannya kepada seseorang menggunakan Bitcoin Cash.”

“Tidak ada seorangpun dari aktor negara yang dapat menghentikan komunikasi atau memutus sebuah enkripsi. Bitcoin tidak menghormati hukum.” Ia menyebutkan hal tersebut karena enkripsi ini memanfaatkan protokol Bitcoin, dan tidak ada jalan bagi perusahaan manapun untuk ikut tunduk pada UU EARN IT tersebut.

“Pendeskripsian kode tidak akan benar-benar berhasil dilakukan meski jika mereka mencobanya dalam rangka mematuhi hukum tersebut.. Miliaran dolar dipertaruhkan dalam cabang Bitcoin. Hal ini membuktikan enkripsi tidak dapat sembarangan dipecahkan oleh aktor negara mana pun.”

Untuk keterbatasan sistem tersebut misalnya memberikan data surplus secara berlebihan pada blockchain, Troutner menjelaskan hal tersebut tidak akan jadi masalah selama sistem dapat menghapus file-file besar seperti itu. 

“Teknik ini dapat diperluas dengan memanfaatkan IPFS atau Teknologi Inter Planetary File untuk mengenkripsi dan bebagi file besar”, tambahnya.

Salah satu syarat Enkripsi-Bitcoin Cash sendiri adalah perlunya menyediakan kunci pribadi untuk pembayaran saat mengirim pesan. Ketika ditanya apakah ini dapat menimbulkan risiko keamanan, Troutner menjelaskan tidak bijaksana untuk menyimpan banyak uang pada alamat yang mengontrol pesan terenkripsi.

Peluncuran Sistem Enkripsi-Bitcoin Cash ke Publik

Saat ini, Enkripsi-Bitcoin Cash baru ada di GitHub. Troutner masih dalam usaha untuk merampungkan sistem tersebut agar lebih mudah diakses.

“Saya berencana untuk membuat sebuah halaman situs FullStack.cash. Pada halaman tersebut orang-orang dapat memasukan mnemonic 12-kata, alamat Bitcoin Cash orang lain, dan pesan, lalu tinggal diklik dan kirim. Itulah cara mudah mengirim pesan terenkripsi untuk orang-orang di jaringan Bitcoin Cash.”

Dia juga mengungkapkan rencana untuk mengintegrasikannya ke dalam dua platform media sosial berbasis desentralisasi berbasis blockchain. Platform tersebut adalah emo.cash, platform berbasis seperti Twitter dan member.cash sebuah situs seperti Reddit.

Dapatkan Desentralisasi Menyelesaikan Masalah Privasi pada Media Sosial ini?

Desentralisasi telah diperdebatkan sebagai solusi untuk berbagai masalah yang saat ini dihadapi platform media sosial terpusat. Salah satu pendorongnya adalah CEO Twitter Jack Dorsey, yang telah mengumumkan rencana untuk menciptakan standar terbuka dan desentralisasi untuk media sosial.

Dijuluki Bluesky, proyek ini bertujuan untuk mengatasi “solusi dari sistem terpusat yang sepenuhnya baru untuk segera ditemukan” termasuk “dalam penyalahgunaan dan informasi yang menyesatkan”.

Sekarang, dengan adanya Undang-Undang EARN IT yang mengancam perlindungan privasi ini, proyek media sosial yang didesentralisasi dapat menarik perhatian lebih besar.